Halo semuanya pembaca setia Blog Alamega ^^ maafkan penulis baru sempat menulis blog lagi dikarenakan kesibukan bisnis yang sedang penulis rintis dan juga skripsi :")
Penulis sebenarnya butuh wadah untuk membuat catatan investasi pribadi penulis, tapi penulis pikir akan lebih baik jika menulis di blog saja, dan mungkin ke depannya akan terus penulis tulis diblog ini, hitung-hitung sharing hehe...
Okee here we go!
PT. Mitra Pinasthika Mustika Tbk. dengan kode emiten MPMX ini merupakan perusahaan yang bergerak dibidang penjualan kendaraan bermotor roda dua yang didirikan oleh bapak William Soeryadjaya ditahun 1987 dan melantai dibursa pada tahun 2013, wah.. pengalaman bisnisnya sudah lama banget yaa...
Distributor perusahaan ini tersebar di Jawa Timur dan NTT dengan total 280 diler, WOW!
Selain itu juga MPM mempunyai berbagai segmen bisnis yang masih berhubungan dan dapat menjadi cross selling perusahaannya dalam memperoleh laba, seperti distributor suku cadang, penyewaan mobil, asuransi, dan multifinance.
Sepanjang Q3 2020 MPM mencatatkan pendapatan sekitar 8,4 triliun yang turun sekitar -32,25% jika dibandingkan pada Q3 2019 yang mencatatkan pendapatan 12,4 triliun. Turunnya pendapatan ini diakibatkan oleh penjualan motor dan mobil yang menurun salesnya sekitar 4 triliun, sedangkan untuk penyewaan kendaraan hanya turun 59 miliar saja. Hal ini masih dianggap penurunan yang wajar karena mengingat semua perusahaan juga pendapatannya turun selama pandemi ini.
Namun walaupun sales yang menurun MPM membuktikan diri sebagai perusahaan yang efisien dan Ber-GCG dengan meningkatnya Gross Profit Margin per Q3 2020 ini adalah 9,1% naik jika dibandigkan Q3 2019 hanya 8,3%. Dalam kasus ini MPM efektif dalam mempertahankan marjin usahanya walaupun dalam keadaan tertekan oleh pandemi. Jika kedepannya MPM tetap bisa menjaga margin yang meningkat, bukan tidak mungkin kinerja keuangan MPM akan membaik pada 2021.
Liabilitas Q3 2020 MPM meningkat menjadi 2,6 triliun dengan liabilitas jangka pendeknya sebanyak 1,8 triliun dan jangka panjang sebanyak 800 miliar, jika dibandingkan dengan ekuitas MPM yang sebanyak 9 triliun maka perusahaan masih sangat jauh dari kata pailit/bangkrut selama pandemi ini, bandingkan saja perusahaan saat ini memiliki kas jumbo sebesar 1,3 triliun yang dapat langsung membayar 50% dari kewajiban perusahaan secara kesleuruhan. Bahkan jika perusahaan menarik semua piutangnya dan menjual habis seluruh persediaannya maka dapat langsung membayar lunas kewajibannya. Hmm.. sungguh ini merupakan perusahaan Cash Rich, pantesan aja Sandiaga Uno tertarik dengan MPM ini ^^
Kemudian bagaimana dengan Cashflownya? apakah laba yang diterima merupakan laba yang menghasilkan cash real?
Dan yups cash yang diterima adalah real, MPM mencatatkan Operating Cashflow yang positif sebanyak 142 miliar pada Q3 2020 ini, jika dibandingkan dengan Q3 2019 yang CFO yang negatif -82 miliar, artinya perusahaan mulai mencatatkan keuntungan kembali. Hal ini patut menjadi perhatian investor karena bisa saja MPM menjadi perusahaan yang Turnaround dan memberikan imbal hasil Multibagger.
Bagaimana prospek kedepannya Perusahaan dengan kode emiten MPMX ini?
Penulis sangat positif dengan pertumbuhan dan prospek pada perusahaan ini, apalagi jika melihat Saratoga yang sangat agresif mengakuisisi MPM. Kemudian dividen yang mengecil setelah keluarnya dividen jumbo pada 2019 menandakan perusahaan kemungkinan besar arah perusahaan akan sangat ekspansif. Terutama jika kita melihat suku bunga acuan yang semakin turun.
Suku bunga acuan yang semakin turun merupakan katalis positif bagi perusahaan, karna jika suku bunga acuan terus turun maka umumnya suku bunga kredit juga akan turun, hal ini akan membuat masyarakat tertarik untuk mulai mengambil kredit motor kembali, apalagi jika bunga kredit yang rendah bukan tidak mungkin sales MPM akan meningkat pesat, namun perlu dicatat MPM pasti akan berhati-hati dalam memberikan kredit, mengingat kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, penulis yakin perusahaan akan memilih pelanggan yang keuangannya sehat sehingga menjauhkan perusahaan dari NPL atau Non Performing Loan (Kredit Macet) yang meningkat.
Penulis sendiri sudah memiliki saham MPMX ini pada average harga 580 dan saat ini posisi penulis sedang -15%, harga saham MPMX saat tulisan ini dibuat adalah 494 yang mencerminkan PBV 0,35x penulis sedang mempersiapkan cash untuk melakukan Averaging Down jika harga sahamnya berlanjut turun. Untuk target penulis akan melepas saham ini pada kisaran PBV 1x - 1,5x yahh sekitar 300% atau 3-Bagger.
Yahh mungkin itu saja, analisa dari penulis, penulis harap ada investor yang melakukan koreksi dikolom komentar terhadap analisa ini sehingga penulis dapat belajar dan mendapat insight yang baru dan lebih luas lagi.
Happy New Year! Welcome 2021 ^^



No comments:
Post a Comment