Akhirnya penulis ada waktu lagi buat membuat tulisan diblog ini, karena beberapa minggu lalu penulis sibuk banget huhu…
Kali ini penulis mau membahas
topik tentang mengapa orang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin?
Pertanyaan ini cukup sering kita dengar dalam lingkungan kita, namun banyak
yang tidak tahu bahwa beberapa hal yang akan penulis bahas kali ini merupakan
fakta yang disembunyikan oleh para orang yang kaya di dunia.
![]() |
| Foto Robert Kiyosaki |
Pasti kalian penasaran kan? Berikut adalah intisari dari buku Rich Dad Poor Dad karangan Robert T. Kiyosaki, seorang penulis, investor, motivator, pengusaha dan sekaligus guru bagi banyak orang kaya di dunia. Beliau telah sukses menginspirasi banyak orang di dunia ini untuk mengerti tentang pentingnya melek secara finansial.
“Orang Miskin Dan Kelas Menengah Menukar Waktu Dengan Uang, Sedangkan Orang Kaya Tidak”
Hah? Apa? Menukar waktu dengan uang? Emangnya bisa ya?
Pada kenyataannya inilah fakta pahit yang tidak diketahui oleh orang miskin dan kelas menengah, mereka akan bekerja keras, menukar waktu selama hidupnya untuk mendapatkan uang, selama mereka masih sehat dan bertenaga.
Apa yang akan terjadi jika mereka tidak sehat dan bertenaga lagi?
Jelas saja tidak akan ada uang lagi yang dapat mereka hasilkan, karena tidak ada lagi waktu yang dapat mereka tukarkan menjadi uang. Contoh kecil dari menukar waktu dengan uang adalah menjadi karyawan, buruh, pemilik toko kecil, dokter, seniman, dll.
Menjadi karyawan, buruh dan sejenisnya artinya kamu akan bekerja untuk pemilik bisnis, menukar waktu dan tenagamu dan menerima gaji. Kemudian menjadi pemilik toko, dokter dan seniman mungkin akan memberi penghasilan lebih banyak ketimbang menjadi karyawan, namun bayangkan apabila kamu sakit, siapakah yang akan menggantikanmu menjaga toko? Apakah ada orang lain yang dapat menggantikanmu sebagai dokter? Adakah orang yang bisa menghasilkan karya seperti yang kamu lakukan? Sayangnya Tidak Ada. Karna itulah kenyataannya mengapa kamu tidak bisa kaya raya.
Jika kamu tidak bisa menghasilkan uang bahkan saat kamu tidak bekerja, maka sampai kapanpun kamu tidak akan kaya, itulah kenyataannya. Sedangkan orang kaya memiliki bisnis, dan bisnisnya memiliki sistem yang dapat bekerja keras dan menghasilkan uang terus menerus bahkan, saat mereka pergi berlibur. Selain bisnis mereka biasanya juga berinvestasi, atau uang mereka yang bekerja keras, sehingga menghasilkan uang yang lebih banyak lagi.
“Orang Kaya Tau Perbedaan Antara Aset Dan Liabilitas (Hutang)”
Apakah kamu tahu perbedaan barang yang dibeli oleh orang kaya dan orang miskin maupun kelas menengah? Perbedaannya adalah orang kaya membeli lebih banyak aset sedangkan orang miskin dan kelas menengah membeli lebih banyak liabilitas (hutang) yang mereka kira adalah aset.
Belum kelihatan ya bedanya? Kalau belum maka penulis akan memberikan contoh agar kamu semakin paham akan perbedaannya.
Kita harus tahu dulu apa itu aset dan liabilitas (hutang), aset adalah segala hal yang memasukkan uang kedalam dompetmu, sedangkan liabilitas (hutang) adalah segala hal yang mengeluarkan uang dari dompetmu.
Contoh aset adalah, membeli saham karena kamu mendapatkan capital gain dari kenaikan harga saham dan dari dividen yang diberikan perusahaan. Kemudian membeli rumah untuk disewakan, yang nantinya akan menjadikan cashflow bagimu, membeli tanah yang dikemudian hari harganya akan naik.
Sedangkan contoh liabilitas (hutang) adalah, membeli barang mewah seperti mobil, tas, pakaian, sepatu, smartphone yang harganya akan selalu turun, jika semakin sering kamu menggunakannya. Kemudian membeli rumah atau mobil menggunakan kredit dan kamu sendiri yang membayar kredit tersebut dengan seluruh waktu dan tenagamu.
Banyak yang mengira bahwa rumah tempat tinggal dan mobil mereka adalah aset, padahal itu adalah liabilitas (hutang), karena sesuai definisinya yaitu segala hal yang mengeluarkan uang dari dompetmu. Rumah tempat tinggal kita masih harus bayar cicilan, listrik, air, pajak, perawatan dan sebagainya. Begitu juga mobil, selain harganya semakin turun, kamu akan selalu mengeluarkan biaya untuk bensin, perawatan, pajak dan banyak lagi.
Tapi kok familiar dan banyak yang bilang bahwa rumahmu adalah aset ya?
Sebenarnya ini merupakan kalimat dari orang bank yang memberikan kredit kepadamu, mereka akan selalu berkata bahwa : “rumahmu adalah aset”, mereka tidak berbohong akan hal tersebut, hanya saja mereka tidak menjelaskan secara lengkap, bahwa sebenarnya : “rumahmu adalah aset milik bank”, karena kamu akan selalu membayar bunga pinjaman atas rumah tersebut.
Ingat definisi aset? Segala hal yang memasukkan uang ke dalam dompetmu, maka akan masuk akal jika rumahmu adalah aset bagi bank, karena kamu selalu memasukkan uang ke dompet bank. Make sense lah ya?
“Orang Miskin Dan Kelas Menengah Bekerja Untuk Uang, Sedangkan Orang Kaya Memiliki Uang Yang Bekerja Untuk Mereka”
Poin selanjutnya adalah, orang miskin dan kelas menengah selalu bekerja keras untuk uang, mereka akan bekerja, menerima gaji, membayar seluruh hutangnya, bekerja lagi, menerima gaji, membayar hutangnya lagi, dan akan berputar seperti itu terus sepanjang hidupnya, inilah yang disebut dengan Rat Race atau perlombaan tikus, dimana perputaran yang tidak akan ada habisnya.
Kira-kira menurut kamu apa yang menyebabkan mereka terjebak dalam rat race?
Jawabannya adalah karena mereka hidup dengan rasa takut dan rakus. Takut tidak memiliki uang, memotivasi mereka untuk bekerja keras kemudian menerima gaji, dan rakus ketika memiliki uang, mereka akan mulai berpikir hal-hal indah yang akan mereka habiskan dengan uang yang mereka miliki. Rasa takut dan rakus inilah yang menyebabkan kita akan selalu miskin.
Tidak percaya? Silahkan buktikan dengan orang yang ada disekitar kamu, lihat rekan kerjamu, setelah menerima gaji, apakah mereka akan mengganti sepatunya? Mengganti jam tangannya? Kredit mobil dan motor? Atau mungkin merencanakan liburan keluar kota?
Jika ya, maka itulah mindset miskin yang terdapat didalam otak kita selalu takut dan rakus, dan penulis rasa itu tidak bisa dihilangkan namun bisa dikontrol, bahkan penulis sendiri masih memiliki mindset miskin, ketika melihat sepatu dengan model terbaru apalagi dengan tulisan besar “Diskon 50%”, aarghh… rasanya uang ini ingin keluar sendiri dari dompet hahaha… namun dengan latihan yang cukup panjang, penulis akhirnya bisa sedikit mengontrol emosi untuk tidak rakus terhadap apapun.
Kemudian apakah yang dilakukan oleh orang kaya? Mengapa mereka bisa kaya?
Perbedaannya terletak pada emosi takut dan rakus tadi, orang kaya akan menggunakan emosinya untuk berpikir, sedangkan orang miskin akan berpikir menggunakan emosinya. Orang kaya terlatih untuk tidak takut dan tidak rakus juga, ketika memiliki uang mereka akan memikirkan jangka panjang, tidak membeli sesuatu dengan emosi tetapi dengan perhitungan dan pemikiran yang tenang, dan yang mereka beli adalah aset seperti saham, tanah, ruko dan lain sebagainya yang akan membuat uang mereka bekerja dengan sendirinya. Hal inilah yang membuat mereka bisa bebas dari jebakan rat race tadi.
Memiliki penghasilan yang besar tidak serta merta membuat diri kita menjadi seorang yang kaya, karena jika mindset miskin tadi masih ada maka yang terjadi semakin naik pendapatannya, akan semakin naik juga gaya hidupnya, inilah yang terjadi pada Mike Tyson pada Desember 2003 dia dinyatakan bangkrut dengan hutang yang luar biasa fantastis yaitu sekitar Rp. 195 Miliar! WOW! Padahal, dimasa keemasannya dia bisa memiliki kekayaan hingga 3,4 Triliun loh, karena emosi rakusnya dia membeli kalung emas besar, bertabur berlian seharga Rp. 1,4 Milliar, membeli rumah mewah, perhiasan, mobil dan motor mewah, baju-baju mahal dan lain sebagainya yang tidak dia sadari membuat dia miskin secara perlahan. Maka dari itu mengontrol emosi takut dan rakus adalah kunci untuk meraih kekayaanmu.
“Bekerja Untuk Belajar, Jangan Bekerja Untuk Uang”
Yang terakhir adalah bekerjalah untuk belajar, ini berlaku untuk semua jenis pekerjaan, pelajarilah semua sistem yang ada di tempatmu bekerja, pelajari bisnisnya, pelajari marketingnya, pelajari SOPnya dannn lain sebagainya. Sehingga kelak ketika kamu ingin membangun bisnismu sendiri kamu telah siap dan memiliki ilmu yang dapat kamu terapkan pada bisnismu nanti. Namun yang terjadi pada 90% karyawan adalah mereka bekerja untuk uang, mereka sangat membenci pekerjaannya, tidak mau belajar apapun dari tempatnya bekerja, bangun pagi untuk berangkat ke kantor dan pulang sore harinya, menerima slip gaji, dan tidak tahu bagaimana caranya keluar dari pekerjaan yang mereka benci. Ironi, namun demikian lah yang terjadi pada sejumlah orang, dan seperti kata Robert, inilah yang disebut Rat Race. So, temukan pekerjaan yang kamu sukai, pelajari semua yang ada ditempat kamu bekerja, kemudian temukan cara keluar dari Rat Race dan bangun bisnismu sendiri!
Demikianlah intisari dari buku Rich Dad Poor Dad, dan sebenarnya dengan membaca tulisan ini tidak serta merta menjelaskan semua dari isi buku tersebut, karena penulis berharap agar kamu dapat membaca dan menemukan kesimpulan sendiri dari apa yang diajarkan oleh Robert Kiyosaki, bukunya dapat kamu beli di Gramedia, murah banget kok hanya berkisar 50.000-an saja. Yahh itu saja untuk malam ini, semoga kamu mendapat insight yang baru yaa ^^ byee sahabat Alamega…






No comments:
Post a Comment