Sunday, 3 May 2020

Membuat Catatan Pengeluaran Harian, Perlu Gak Sih?

Haloo semuanyaa, sahabat ala mega ^^

Malam ini penulis ada topik yang bagus buuaaangett buat kita diskusikan, masih berhubungan nih dengan topik yang kita bahas kemarin yaitu “Pengeluaran Bocor Tipis-Tipis, Karena Manisnya Minuman Kekinian, Kok Bisa?”. Buat temen-temen yang belum membacanya, dapat membacanya terlebih dahulu disini.

Nahh, jika kamu sudah membaca cerita penulis sebelumnya, pasti kamu tahu bahwa penulis pernah mengalami yang namanya pengeluaran bocor tipis-tipis tuh, karena dulu penulis punya penyakit tidak bisa me-manage uang dengan baik. Akan tetapi, penulis bisa sembuh dari penyakit tersebut karena si buku penyelamat milik penulis hehe… Tidak lain adalah buku catatan pengeluaran harian, bukan catatan harian si boy yaa, hehehe… buku ini selalu penulis isi setiap harinya secara rutin tidak pernah terlewat satu hari pun.

Apa ajasih yang ditulis di dalam buku tersebut? Jawabannya adalah semua pengeluaran pada satu hari itu, iyaa SEMUANYA yaa, mulai dari belanjaan, biaya makan, jajan, pulsa, kuota, hobby, hingga biaya buat kang parkir juga penulis catat! Tidak peduli berapa jumlahnya, sekecil apapun pengeluarannya tetap penulis catat di dalam buku tersebut. Kemudian, jika tidak ada pengeluaran lagi biasanya akan penulis jumlahkan tuh, jadi bisa tau pengeluaran pada hari itu jumlahnya berapa.

Kemudian akan muncul pertanyaan, Emangnya penting banget ya nyatet pengeluaran gitu? Ngerepotin banget tau, harus catet pengeluaran setiap hari”. Well jika pertanyaannya demikian, penulis pasti bakal jawab penting pake bangettttttt! Karena kita sering kali khilaf tuh, shopping sana, shopping sini, sampai lupa bahwa pengeluaran pada hari itu sudah overspending alias pegeluaran yang tumpeh-tumpeh, akhirnya malah membuat kamu bingung pergi kemana uangnya ya? yang bakal membuat masalah kelaparan diakhir bulan. Gak mau kan akhir bulannya melarat cuma makan rendang ama nasi doang? (tapi dalam kemasan indomie hehe).
Bang, makan bang?

“Saya sudah mencatat pengeluaran setiap hari, selanjutnya apa?”, nahh jika kamu sudah pada tahap ini, maka kamu sudah satu langkah lebih maju untuk sehat secara finansial, langkah selanjutnya adalah review dan evaluasi, biaya hidup kamu dalam harian dan dalam sebulan itu butuh berapa banyak. “Lah, cara tau jumlah biayanya bagaimana?”. Caranya simple banget sahabat dan gak perlu rumus yang macem-macem kok, nihh penulis berikan tipsnya yaa…

1. Jumlahkan pengeluaran kamu dalam satu hari
Yang pertama tentu saja, kamu harus menjumlahkan berapa pengeluaran kamu dalam satu hari. Ingat yaa, pengeluaran sekecil apapun wajib dicatat!

2. Jumlahkan semua pengeluaran setiap hari dalam sebulan
Setelah menjumlahkan pengeluaran perhari, maka selanjutnya jumlahkan pengeluaran kamu dalam sebulan, misalnya total pengeluaran hari ini Rp.50.000, besok Rp.45.000, dann selanjutnya, maka : (50.000+45.000+…) sampai hari terakhir dalam bulan tersebut.

3. Bagi dengan jumlah hari pada bulan tersebut
Sudah dapat biaya pengeluaran kamu perbulannya? Kalau sudah tinggal dibagi saja dengan jumlah hari pada bulan tersebut, sehingga kamu akan mendapatkan rata-rata pengeluaran kamu itu berada diangka berapa, contoh saja yaa, total biaya perbulan adalah Rp.1.500.000 kemudian dibulan tersebut ada 30 hari, jadi jika 1.500.000/30 maka akan ketemu angka pengeluaran harian sebesar Rp.50.000. Nahh, dengan begini kamu sudah tau kan, berapa biaya yang harus kamu keluarkan setiap harinya? Jadi selanjutnya angka tersebut harus kamu patuhi sahabat, pengeluaran harian kamu tidak boleh lebih dari Rp.50.000 tersebut, dengan catatan, kecuali pengeluaran darurat yaa. Kalo cuma pengen minum di Cofeeshop Starbak mah namanya bukan darurat, tapi emang kamunya aja doyan boros hahaha…

“Apakah pengeluaran sebesar Rp.50.000 itu ideal?” kalau menurut penulis angka yang keluar dari perhitungan tadi lebih ke arah masalah keuangan personal yaa sahabat. Jadi tiap-tiap individu pasti berbeda, hanya perlu di sesuaikan saja lagi, agar tidak overspending. Poin yang terpenting adalah agar pengeluaran kamu tidak boleh lebih dari pendapatan, jika sampai terjadi maka inilah yang disebut sebagai besar pasak daripada tiang!, yang ujung-ujungnya malah buat kamu ngutang kesana kemari untuk menutupi biaya hidup pribadi.

“Kondisi keuangan saya adalah, pendapatan > pengeluaran, apa yang harus saya lakukan dengan uang yang lebih?” pertanyaan yang sangat bagus!

Sebagai contoh biaya pengeluaran bulanan kamu adalah Rp.1.500.000 sedangkan pendapatan kamu adalah Rp.3.000.000, maka akan ada dana lebih Rp.1.500.000.
Inilah saatnya kamu mulai belajar mengalokasikan dana untuk menabung, investasi, hiburan dan zakat, nahh pertama tentang menabung, penulis lebih nyaman untuk mendefinisikan tabungan sebagai dana darurat, jadi gunanya untuk membantu kamu jika suatu saat terjadi pengeluaran mendadak yang darurat, sehingga kamu tetap tenang untuk menutupinya, dana darurat sama sekali tidak boleh disentuh, diintip, ditarik, dicolong, digombalin, dicocol… ehh, pokoknya diapain aja tetap tidak boleh! “Kok gitu sih? Ini kan uang aku, bebas dong mau dibelanjaain apapun!”, yee namanya juga dana darurat, ya dipakai waktu darurat lah! Ingat harus kondisi yang darurat banget, seperti kecelakaan, krisis, dsb. baru kamu bisa mengeluarkan dana tersebut.

Selanjutnya adalah dana investasi…, tapi berhubung pembahasan ini sudah cukup panjang, gimana kalau pembahasan dana investasi, dana hiburan dan zakatnya kita buat partnya sendiri? Setuju kan? Setuju dongg yaa? hahaha...
Jadi intinya adalah kamu harus pintar mengendalikan uangmu, jangan malah sebaliknya, uang yang mengendalikan kamu, inilah yang penulis sebut budak uang! Sebab uang itu sifatnya netral, tergantung pemiliknya menganggap uang itu sebagai apa, sebagai budaknya atau sebagai tuannya?

Mungkin malam ini sampai disini dulu yaa sahabat, selanjutnya kita akan bahas tentang investasi! Yeyy udah gak sabar kan? (pura-pura gak sabar aja biar penulis seneng hahaha…) penulis ucapkan terima kasih sudah membaca tulisan ini, jangan lupa tinggalkan komentar positif dibawah yaa! ^^

No comments:

Post a Comment